5 bulan yang lalu

Apa itu Rheumatologist?

Penulis: ADMIN

Rheumatologist adalah dokter spesialis penyakit dalam yang telah menjalani pendidikan lanjutan (subspesialis) untuk menangani kondisi muskuloskeletal (otot dan tulang) dan kondisi autoimun sistemik yang dikenal juga sebagai penyakit rematik. Penyakit ini dapat memengaruhi sendi, otot, dan tulang, yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, kekakuan, hingga kelainan bentuk sendi.

Kondisi yang Ditangani Rheumatologist

 

Rheumatologist dapat mendiagnosis, mengobati, dan mengelola berbagai macam kondisi, termasuk gangguan peradangan (rematik) yang memengaruhi otot, sendi, dan tulang, dan penyakit jaringan ikat yang memengaruhi struktur pendukung, seperti ligamen atau tendon, serta penyakit autoimun.

Secara lebih spesifik, beberapa jenis penyakit (baik yang berkaitan dengan sendi, tendon, otot, atau penyakit menurun) yang umumnya ditangani oleh rheumatologist adalah sebagai berikut: 

Masalah sendi:

  • Ankylosing spondylitis. 
  • Bursitis. 
  • Gout. 
  • Osteoarthritis. 
  • Rheumatoid arthritis.

Masalah tendon: 

  • Achilles tendinitis. 
  • Patellar tendonitis. 
  • De Quervain’s tendinosis. 
  • Masalah rotator cuff (sekelompok tendon dan otot yang mengelilingi bahu). 
  • Tennis elbow.

Masalah otot:

  • Penyakit Charcot-Marie-Tooth. 
  • Miopati. 
  • Myasthenia gravis. 
  • Polimiositis. 
  • Rhabdomyolysis.

Penyakit kompleks lainnya:

  • Beçhet’s disease. 
  • Osteoporosis. 
  • Artritis psoriasis. 
  • Demam rematik. 
  • Skleroderma. 
  • Sarkoidosis. 
  • Sjögren’s syndrome. 
  • Systemic lupus erythematosus (SLE).

Kapan Harus Mengunjungi Rheumatologist

 

Kamu disarankan mengunjungi rheumatologist atau dokter spesialis reumatologi apabila memiliki keluarga dengan riwayat penyakit rematik atau penyakit autoimun. 

Selain itu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis reumatologi bila memiliki kondisi tertentu yang perlu diobati atau kondisi tersebut menimbulkan gejala yang muncul tiba-tiba dan memburuk dengan cepat. Kondisi dan gejala tersebut, di antaranya:

  1. Kekakuan sendi, terutama yang memburuk saat bangun tidur.
  2. Nyeri hebat berulang pada sendi yang tidak membaik dengan obat-obatan biasa.
  3. Penurunan fungsi sendi hingga sulit digerakkan.
  4. Perubahan bentuk sendi.
  5. Kelelahan berlebihan.
  6. Ruam merah di kedua pipi (butterfly rash).
  7. Penurunan berat badan tiba-tiba.
  8. Dermatitis (peradangan atau iritasi di kulit).
  9. Mata kering.
  10. Mulut kering.
  11. Kelelahan.
     

Hubungi Kami